Sabtu, 13 Februari 2010

Cerpen Kimia : Catatan Harian Natrium (3)



catatan-harian-natrium-ke3Mei saat kemarau panjang melanda

Mentari pagi memantul lewat jendela kamar minyak tanahku, aku terduduk lesu sendirian . Kenapa…kenapa hidupku seperti tak ada mimpi lagi. Yang kurasa hanyalah kehampaan . Apakah aku sudah bosan tuk hidup? setelah lama kujalani pernikahan dengan khlor kekasihku lantas apa yang kudapatkan. Kebahagiaankah? kenyataannya aku selalu saja kecewa, khlor tetap saja dengan mata keranjangnya, padahal dulu dia setengah mati mengejarku. Tuhan tolong…aku mulai merasa jenuh dengan pernikahanku ini, apa karena ikatan cinta kami hanya sebatas ikatan ion, hingga mudah sekali tergoyahkan. Ahh….khlor sepertinya sampai sejauh ini kau belum bisa memahami diriku

Pertengahan Juni saat hujan mulai turun satu-satu

Aha…teman kau masih ingat kan akan pertengkaranku dulu dengan H­2O, sebenarnya bukan H2O dan O2 saja yang membuat kemarahanku naik beberapa derajat tapi hidrogen juga. Hidrogen selalu saja membantu air dan oksigen jika aku sedang marah pada mereka. Dan kau tahu sekarang hidrogen jadi kekasih kakakku litium (LiH) lho. Ssstt…jangan keras-keras aku hanya melihat mereka jalan berdua ketika mereka menjadi reduktor pada reaksi-reaksi organik

Akhir juni 2009

Seperti kusebutkan diawal kalau khlor suamiku begitu playboynya, begitu mata keranjangnya. Hingga kadang-kadang aku sebagai istrinya sampai merasa jenuh padanya , haruskah kupertahankan pernikahan ini? haruskah kuajukan perceraian padanya? padahal perceraian sangat di benci tuhanku. Soalnya dia seperti tak memperdulikan aku lagi sich..

Dia sibuk sekali dengan selingkuhan-selingkuhannya. Bukannya aku tak tahu tapi aku berusaha mengerti dia saja sambil menutup mata dan telingaku, lebih tepatnya aku menunggu dia menyadari sifat playboynya itu.

“Hei, apakah kau masih mencintaiku?” kataku suatu hari ketika sedang bersamanya ditepi laut

“Pertanyaan apa sich itu? apa masih perlu ditanyakan? ayolah jangan seperti ABG” kata khlor balik bertanya sambil mengeryitkan dahi merangkulku erat

“Cuma mau memastikan, karena aku sangat mencintaimu sampai detik ini “ kataku pelan tapi tegas. Tidak tahu lusa atau kapan rasanya aku mulai frustasi dengan semua ini, tapi aku tidak tahu harus darimana aku mengatakannya. Kalau selama ini aku sudah begitu jengah melihat tingkah lakunya

Dia terus menatapku diantara temaramnya senja

“ Kenapa terus menatapku? ada yang salah ya?”

“Enggak, aku hanya berpikir, betapa cantiknya istriku ini, dan aku jadi ingat kisah pertengkaranmu dulu dengan air, waktu itu aku sempat takut banget”

“Takut kenapa? Takut dia tersakiti?”

“Oh, bukan. Aku takut karena pertengkaranmu itu sempat membuat heboh manusia lab. Aku takut bagaimana kalau ada manusia yang tidak bertanggung jawab, misalnya menjatuhkan dirimu beberapa puluh kilogram di ketinggian pada sebuah danau yang penuh air dimana danau tersebut adanya ditengah-tengah kota, wah kelihatannya spektakuler”

“Konyol. Akukan beracun, dan sangat berbahaya, memegang tubuhku secara langsung juga mana berani mereka. Apalagi membawa tubuhku sebanyak itu ke ketinggian, itu sama saja bunuh diri “

“ Tapikan bisa membawanya bersama dengan kamar minyak tanahmu”

“Ya meskipun begitu, diketinggian kan ada si O2 ,kalau dengan si O2 kemarahanku bisa mencapai peroksida jadi sebelum ketemu air yang ada di danau aku mesti menghadapi dia dulu, lagian si gas hidrogen pasti membantu lagi. Jadi itu sangat membahayakan manusia yang membawaku kecuali sengaja untuk bunuh diri, ”

“Iya ya. Manusia kan mahluk yang sangat sempurna, mereka diberi akal dan hati. Hanya orang-orang yang tidak menghargai betapa berharganya sebuah nyawalah yang mau melakukan hal itu”

“Lagian aku didunia manusia tidak bebas beredar khlor”

“Ya karena selain alasan berbahaya, mungkin juga dikarenakan kau jarang jalan-jalan kedunia mereka, selain bersamaku, kalau kita jalan bersamakan kita jadi tidak beracun lagi”

“Paling kita bisa buat mereka darah tinggi, iritasi kulit atau pernapasan ya gak?”

“Ha..ha..bisa aja sich”

Pertengahan juli 2009

Cinta…tegarkan hatiku…

Tak mau sesuatu merenggut engkau

Naluriku berkata tak ingin terulang lagi

Kehilangan cinta hati bagai raga tak bernyawa

Lagu cintanya KD feat Melly yang kujadikan nada deringku terus terdengar, ya tuhan karbonat..!ada apa sih dia hubungi aku?

“Hallo..sayang, bukan waktu yang tepat tahu?

“ Lho..kok marah? suamimu dimana?

“Ya disinilah. Makanya aku bilang bukan waktu yang tepat?

“Oh sukurlah kalau dia ada sama kamu, soalnya aku lihat akhir-akhir ini dia dekat sekali dengan agrarium (AgCl)”

“Bukan hal yang aneh kali, khlorkan sering sekali jalan sama cewek selain istri-istrinya”

“Iya , I know. Tapi kali ini beda, kedekatan khlor dengan agrarium bikin gosip yang heboh banget nat, bahkan dikalangan manusia lab dapat julukan Tanduk Perak (AgCl)”

“Yang benar?”

“Iya, aku berani sumpah nat”

“Ya dah, makasih ya, takut ketahuan nih.Soalnya aku lagi bersama khlor nih”

“Oke sayang”

Telpon ditutup, aku termangu sendirian

Ah khlor seandainya kau tidak playboy, aku tidak akan percaya perkataan selingkuhanku karbonat, apakah ini yang akan membuat kandas pernikahan kita khlor? aku tidak percaya khlor aku sangat mencintai kamu, aku tak percaya kalau pernikahan kita kan berakhir sampai disini.

“Hai..”sapaku pada khlor, ketika kulihat ia sedang membaca komik kesukaannya Naruto Uzumaki

“Hai juga, sini temani aku baca”

Aku hanya termangu menatapnya dan dia asik dengan komiknya

“Lho kok bengong, ada apa? sepertinya ada sesuatu yang ingin kamu katakan.Betul?”

Aku menarik napas panjang, ya tuhan…lagi-lagi aku kehabisan kata-kata kalau sudah melihat wajahnya. Darimana aku harus mulainya ya?

“Khlor” suaraku tersendat ditenggorokan

“Ya..” katanya lembut tapi ia masih asik dengan komiknya

“Jujur aku merasa jenuh dengan pernikahan kita khlor, aku mencintai kamu, sangat mencintai. Tapi kau…sampai kapan kau akan berhenti dengan semua wanitamu itu, setelah kau menikah denganku rasanya kau tak pernah memperhatikan aku lagi, bahkan setelah NaOH anak kita lahirpun kau semakin menjadi dengan sifatmu itu” kataku seperti air mengalir. Untuk beberapa saat dia terdiam dan menatapku

“Sayang, aku tahu aku mudah sekali jatuh cinta, aku tahu aku playboy, aku tahu aku senang jalan dengan unsur-unsur cantik kemanapun langkah membawa, tapi sayang perlu kamu tahu, perlu kamu tahu kalau satu-satunya yang membuatku paling bahagia hanyalah..ya melangkahkan kaki pulang kehatimu”

“Dasar gombal. But I love it” jawabku dan membiarkanku masuk kedalam rangkulan hangatnya.

“Aku janji, aku tak akan selingkuh lagi” katanya perlahan ditelingaku, aku tahu entah sudah keberapa kali dia janji seperti itu, tapi tak ada salahnya kan kalau aku memberikan kesempatan padanya sekali lagi.

Cerpen Kimia: Catatan Harian Natrium (5)

Kata Kunci:
Ditulis oleh Halimah Pakot pada 21-11-2009

wanita-memandang-bulanOktober 2009

Malam hampir larut, suara koor Jengkrik memecah kesunyian. Di kejauhan burung malam meneriakkan kebebasan. Aku semakin gelisah….gelisah yang tiada pernah kurasakan sebelumnya. Semakin lama berbaring rasanya tubuhku semakin sakit, bagaimana mungkin tiba-tiba kurasakan tempa tidur ini banyak durinya. Aku semakin tak tahan akhirnya akupun bangkit dan membuka jendela kamar. Udara malam cepat menerobos menusuk-nusuk tulangku. Diluar daun-daun berbisik diterpa angin dan kulihat bulan malu-malu untuk menmpakkan rupanya. Aku terpaku di depan jendela. Dikejauhan samar-samar kudengar suara

“Aku mencintainya Kal, sangat mencintainya, meskipun dia suami kakak kamu. Apalagi setelah aku tahu warnaku merah bata pas di uji nyala, rasanya Khlor semakin sayang sama aku”

Aku penasaran kenapa Khlor suamiku disebut-sebut, lalu akupun keluar dan berusaha mencari tahu dari mana asal suara tadi. Dan disana di rumah nomor 20 blok IIA di gang 4 tepatnya di depan rumah Kalsium, aku melihat Kalsium dan Kalium sedang asyik duduk berdua . Kemudian terdengar Kalium berbicara

“Kamu sadar gak apa yang kamu katakan? Kamu itu sudah bersuami.Aku ngerti, aku juga dulu waktu masih jadi selingkuhannya merasa seperti itu, tapi sekarang aku sadar cinta Khlor itu hanyalah untuk Natrium kakakku,bukan untukku, kau, Barium, Stronsium ataupun unsur lainnya. Sekarang HCl sudah besar apa kau masih mau jadi selingkuhnya, gila kamu….bagaimana kalau kakakku tahu kalau suaminya masih selingkuh, atau suamimu tahu kalau kau masih selingkuh dengan Khlor.kasihan sekali mereka”

Airmataku tak terasa jatuh perlahan-lahan dan aku tak kuasa untuk mendengarkannya lebih lanjut, aku langsung saja berbalik kekamarku dan disana diambang pintu kamar minyak tanahku HCl mematung memandangku. Dia mengerti apa yang aku rasakan lalu iapun memelukku, aku terisak dipelukan anakku

“Kenapa…kenapa kau tak pernah bicara sama ibu kalau mereka telah melakukan uji nyala, mereka lebih cantikkan daripada ibu..?”

“Karena aku tak mau membuat hati ibu terluka, sudah cukup banyak penderitaan ibu selama ini, aku tak mau menambahkan lagi. Mereka selingkuhan-selingkuhan ayah kerap ayah bawa menghadapku untuk di uji nyala seperti Kalsium yang menghasilkan warna merah bata, Stronsium yang menghasilkan warna merah tua atau Barium yang menghasilkan warna hijau kekuningan atau unsur-unsur selingkuhan ayah yang lainnya yang lebih unik warnanya, jujur mereka memang cantik tapi dimata HCl anakmu ini, kecantikan mereka tak sebanding dengan kecantikan ibu, hati ibu sangat cantik lebih cantik dari unsur manapun”

Akupun tersenyum “Terimakasih kau sangat menyayangi ibu nak”

“Ibu…,kadang aku tak mengerti seberapa banyak sih cinta ibu untuk ayah?apa sih yang membuat ibu harus terus bertahan dengan semua ini?bukankah dihati ibu yang paling dalam ibu itu sangat membenci ayah, bukan mencintainya”

“Kau belum mengerti sayang. Lawan benci itu bukan benci tapi tidak peduli. Dan ibu sangat peduli terhadap ayah kamu, makanya ibu masih bertahan menunggunya “

November 2009

Aku kira setelah HCl lahir Khlor benar-benar telah berhenti dengan sifat selingkuhnya itu, tapi ternyata tidak. Dia masih suka jalan dengan saudara-saudara klan jauhku seperti Kalsium, Stronsium, Barium dan yang lainnya. Apa aku harus berbagi cinta Khlor dengan saudara-saudara klan jauhku itu?? Oh….tidak, tak seorangpun boleh memiliki Khlor kecuali aku istrinya.

Rasanya aku mengerti kenapa Kalsium belum mau melepaskan Khlor meskipun dia sudah menikah dengan Karbonat karena mungkin dulu dia sakit hati padaku. karena Karbonat pernah menjadi kekasihku. Hmmm….sekarang perasaan Karbonat padaku seperti apa ya?apa masih seperti dulu…??bagaimana kalau dia kuajak jalan saja, sekalian buat memberi pelajaran pada Khlor dan Kalsium kalau Karbonat itu masih ada hati sama aku.

Dan hari itu pun tiba. Aku jalan bersama Karbonat (Na2CO3) berencana menghilangkan kesadahan pada air-air manusia, sengaja aku jalan ke rumahnya air karena biasanya Khlor ma Kalsium (CaCl2), Magnesium ma Sulpat (MgSO4) nongkrong disana.

“Kau…! Berani-beraninya selingkuh di belakangku!” teriak Kalsium pada suaminya Karbonat ketika kami baru saja sampai dirumahnya air

“Kamu sendiri disini ngapain?sama suami orang lagi” balas Karbonat

“Aku…., “jawab Kalsium sambil menatap kearahku

“Kenapa kau melakukan semua ini Kal?aku dan Karbonat sudah tidak seperti dulu lagi, tapi kenapa kau masih mendekati suamiku”tanyaku perlahan

“Karena aku benci kamu nat, iri sama kamu, meskipun Karbonat sudah jadi suamiku tapi didepanku dia selalu saja memuji-muji kamu, selalu saja membayangkan kamu, dia masih mencintai kamu, meskipun dia bersamaku tapi hatinya ada bersamamu” katanya sambil menangis. Akupun tertegun. Jadi alasan sebenarnya seperti itu, karena semua itu dia tidak mau lepas dari suamiku Khlor.

Karbonat merengkuh tubuh istrinya “Maafkan aku kal, kalau sikapku itu sangat menyakiti hatimu. Aku bersikap seperti itu karena aku ingin tahu sebenarnya hatimu itu untuk siapa, Khlor atau aku. Tapi mendengar bicaramu barusan aku tahu jawabannya kalau kau sebenarnya sangat mencintaiku”

Aku iri melihatnya dan kualihkan penglihatanku pada Khlor suamiku dia menunduk tak mau menatapku

“Khlor” ucapku perlahan

“ Maafkan aku Nat..”katanya perlahan masih menunduk. Aku mendekatinya dan mengangkat dagunya, kulihat matanya berkaca-kaca

“Kau tak perlu bicara seperti itu lagi, karena kau juga tahu aku pasti memaafkanmu Khlor”kataku sambil memeluknya dan akupun mulai merasa lelah dengan semuanya

Cerpen Kimia : Catatan Harian Khlor

catatan-harian-khlorAkhir januari 2009

“Tunggu aku ! sasuke!!” (teriak naruto dalam komik naruto uzumaki)

Bacaanku terhenti saat kudengar lagu selingkuhnya mattaband.

1 message masuk keponselku, dari kekasihku Natrium

“Khlor…untuk saat ini, jangan hubungi aku dulu.Aku ingin menata perasaanku dulu, tapi aku masih tak percaya kalau kau akan semudah itu menghianati cinta kita, aku salah menilaimu khlor! Cintamu ternyata untuk sekian kekasih, gak perlu di balas”

Aku memang salah padamu nat, aku memang telah menghianati cinta kita, tapi perasaan ini selalu saja tak bisa aku tahan, padahal dulu ketika aku pertama kali melihatmu, dengan kulitmu yang putih, setengah mati aku mencintaimu, tapi entah kenapa ketika melihat saudara-saudaramu akupun tertarik pada mereka, apalagi setelah aku tahu dari manusia lab kalau klanmu, klan jauhmu alkali tanah , juga keluarga transisi mempunyai warna khas, aku semakin mabuk, aku tak bisa memahami perasaan ini, aku mencintai mereka semua nat, lagian aku si khlor unsur terkenal di kalangan manusia lab dan juga dari keluarga terhormat klan halogen membuatku banyak dikelilingi unsur-unsur cantik, jadi wajarlah kalau aku mudah sekali jatuh cinta dan selingkuh, apa kata-saudara-saudaraku kalau aku hanya punya kekasih satu , si bromin saja adikku selingkuhannya banyak sekali. Bisa jatuh dong wibawa seorang kakak.

Ah … dasar wanita!! Kamu kira dengan meninggalkanku aku akan merasa kehilangan, masih banyak yang ngantri menungguku tahu!!

“Senangnya dalam hati, kalau beristri dua

Oh seperti dunia ada yang punya,

Kepada istri tua, kanda sayang padamu

Oh kepada istri muda, I say I love you…”

Lagu merdu 3 Ahmad dani yang kujadikan nada dering ponselku membuyarkan lamunanku

“Hallo” teriakku

“Hai khlor…! ini aku magnesium” kata yang diseberang

“Hai nes…! ada apa?” tanyaku sedikit kesal

“Kau kenapa sayang? lagi kesal ya..apa masih kepikiran kejadian kemarin?”

“Kejadian apa?”

“Ya, apalagi kalau bukan kemarahan sinatrium itu, gila…heboh banget”

“Oh itu, enggak kok sayang,dia mang memalukan sih nyampe segitunya”

“Mmm…apa dia juga tahu, kalau aku juga selingkuhan kamu khlor?”

“Kayaknya enggak deh, untuk saat ini masih aman, saat ini dia cuma tahu kalau aku selingkuh sama saudara-saudaranya , lagian suruh siapa punya saudara cantik semua”

“He…he…dasar mata keranjang, tapi aku dengar kalau dia sudah tahu kalau kau pernah selingkuh sama adiku-adikku khlor”

“Oya…gak apa-apalah, itukan sudah resiko punya pacar ganteng ”

“Yeee”

“Oya, sore kita jalan yu, aku bete nih”

“Oke sampai ketemu khlor”

Telpon di tutup, sekilas wajah khlor berkelabat dimataku

“Ahh…” aku coba menepisnya

Sorenya aku pergi menemui magnesium, tapi baru saja sampai, kulihat dia pergi dengan si sulfat

“Ah…dasar cewek sialan!!”

Cerpen Kimia : Catatan Harian Klor (2)

Sejak kejadian natrium bertengkar dengan air, kampung SPU heboh di buatnya, begitu juga di laboratorium, para manusia lab itu tak henti-hentinya menggosipkan kekasihku natrium dan kabar itu sampailah pada kakakku flour. Tak disangka, ketika ia di pertemukan dengan H2O oleh manusia lab dia marah pada H2O. Sejak kejadian itu akupun kalau bertemu dengan istriku jadinya suka marah juga, begitu juga dengan adik-adikku,hanya sibungsu saja yang emosinya lebih stabil daripada kami . Dulu juga kalau bukan karena demi natrium aku tidak mau menikah dengannya, Ah…natrium lagi…natrium lagi, apa aku merasa kangen padanya? ah tidak…ini pasti hanya perasaan brsalah aku saja, tapi…duh natrium kemana sih lo? Gara-gara simagnesium yang selingkuh aku jadi merasa bersalah padamu, apa benar gosip yang beredar itu? Kalau kau juga selingkuh dengan nitrat, dengan karbonat, kenapa aku jadi tak rela?

Kuambil ponselku lalu kuhubungi dia, terdengar nada sapanya, lagu teganya rosa

tak ingatkah kau dulu pernah berjanji

bahagiakan diriku selamanya

tak berartikah cinta kita yang lalu

hingga kau bersama dengan dirinya

tega… Aku tahu dirimu kini telah ada yang memiliki

Tapi bagaimanakah dengan diriku…..

Duh…nat, jangan membuat aku terus merasa bersalah gini dong…

kupanggil beberapa kali tapi tak diangkat-angkat, baiklah aku kirim massage saja padanya

“Nat…aku tahu berat sekali bagimu menerima semua ini, tapi seperti yang sudah kujelaskan padamu, aku lakukan semua itu demi kamu nat, tapi kalau pada akhirnya akan begini..aku menyesal nat, aku takut kehilangan kamu, aku lakukan semua itu agar kau tahu kalau aku sayang sama kamu, berusaha menerimamu apa adanya dan mengerti dirimu seutuhnya, tolong kembalilah padaku, aku punya kejutan untukmu, bulan ini kau harus melakukan uji nyala”

Satu jam, dua jam, tiga jam ponselku belum berbunyi, tuhan…dia benar-benar meninggalkanku

Sejak itu natrium benar-benar menghilang, akupun panik mencarinya,kucoba ku cari kekalangan manusia sambil membantunya membuatkan plastik PVC, insektisida DDT atau kadang bersama selingkuhanku sekaligus adiknya kalium (KCl) membantu memupuk tanaman atau dengan amonium (NH4Cl) mengisi batu baterai, membuat pelarut untuk cat, membersihkan logam dari lemak, ry cleaning, pembutn klorat dan banyak yang lainnya.

Suatu sore ditepi laut, aku menatap senja. Dulu, jika natrium sedih dia suka berlari kesini, tapi sudah enam sore aku menunggunya dia tidak pernah datang. Kemana dia tuhan..? apa dia tahu kalau aku mencarinya, dasar wanita sialan…! kalau dia perlu, pasti dia datang lagi padaku, kenapa mesti kucari? tapi…bagaimana kalau dia benar-benar tidak datang lagi. Duh..natrium aku bisa mati kalau begini terus, padahal dulu kalau ada dia, senja itu rasanya sangat indah, kapan aku bisa menatap senja bersamanya lagi.

“khlor..”

Tiba-tiba seseorang memanggilku pelan, akupun segera membalikkan badan dan kulihat dia mematung disana

“Nat…!! aku tahu kamu pasti datang!”kataku sambil menghambur padanya dan memeluknya erat.

“Aku tahu, aku sudah mengubur semua ini dalam-dalam, bahkan sedalam palung hatiku bahkan lebih dalam lagi. Tapi, aku tak bisa lari dari bayangmu khlor. Setia atau tidak setia meski bukan itu yang diinginkan tapi kita pernah merasakan indahnya cinta kita, meskipun cinta itulah yang membuat kita sakit, tidak mati. Tapi lukanya membuat kita tak bisa berjalan lagi. Jadi meskipun kamu playboy khlor, meskipun kamu sangat menyebalkan, tapi aku sangat mencintai kamu ” kata natrium perlahan di telingaku, dan hatiku tersenyum senang.

Akupun seolah-olah merasakan bayangan masalaluku kembali, dulu dilautan lepas ini, aku bertemu dengan natrium yang terbawa banjir dari keluarga aluminosilikat dan aku jatuh cinta padanya dan dilautan lepas ini kudapatkan julukan halit (NaCl)

Maret 2009

Meski aku sudah janji pada natrium tidak akan selingkuh lagi, tapi perasaan ini tetap saja tidak bisa aku tahan, aku terus saja jatuh cinta dan terus saja selingkuh, benar-benar sifat ini tidak bisa aku hilangkan. Bagaimana tidak aku sikhlor dalam suhu biasa berwujud gas membuat semua unsur cantik mendekatiku dan tertarik padaku, apalagi ketika aku mencoba membujuk saudara-saudara natrium itu untuk uji nyala seperti natrium, membuatku pusing menentukan cewek mana pada akhirnya yang harus kupilih

April 2009

Agar natrium tidak bisa lagi lepas dariku akhirnya kuputuskan saja aku menikah dengannya, dengan bantuan istriku yang pertama akhirnya lahirlah anakku NaOH. Tapi meskipun aku sudah menikah lagi sifat playboyku terus saja berlangsung, hal itu membuat hubunganku dengan natrium renggang dia lebih menyibukkan dirinya sendiri dengan bakti sosialnya pada manusia sedang aku sibuk dengan unsur-unsur cantik disekelilingku. Benar kata natrium dulu, bahwa “Cintaku untuk sekian kekasih”

Cerpen Kimia: Karbon si Tangan Empat

karbon-si-tangan-empat“Malam sunyi kuimpikanmu
kulukiskan kita bersama

Namun selalu aku bertanya

adakah aku dimimpimu…..

Dihatiku terukir namamu

cinta rindu beradu satu

Namun selalu aku bertanya

adakah aku dihatimu…?

Malam makin larut, suara lagu simfoni hitam sherina masih menggema. Tapi mataku sedikitpun tidak bisa kupejamkan. Aku rindu khlor, kenapa….harus seperti ini, kenapa aku tak berani mengatakan cinta padanya, dan kenapa khlor tak pernah tertarik padaku, padahal unsur-unsur lain banyak yang ngantri ingin berhubungan (berikatan) denganku. Hmm…….Khlor sampai kapan aku harus menanti ini semua, aku cape berharap terus padamu tanpa henti, sampai kapan cinta ini kan terbalas, aku hanya bisa memandangmu tanpa bisa mengatakannya, aku hanya bisa tersenyum hambar melihatmu menikah bersama Natrium, tapi aku tidak tahu apakah hatiku juga ikut bahagia. Khlor….apa pantas aku jadi selingkuhanmu seperti layaknya klan alkali, apa pantas aku jadi kekasihmu, aku mencintaimu khlor bisakah kau merasakannya, apa karena aku sering dijuluki si tangan empat jadi kau lebih memilih golongan alkali daripada aku, Sebenarnya ini bermula dari keunikanku yang memiliki elektron valensi 4 akibat nomor atomku yang berjumlah 14 saja. Hal itulah yang menyebabkan aku dijuluki si tangan empat. Entah siapa yang memulai memberikan julukan seperti itu tahu-tahu julukan itu sudah melekat ditubuhku, Padahal menurut etimologi namaku Karbo yang berarti batubara. Ah dasar sialan!

Khlor Meski aku tak secantik Natrium atau unsur-unsur lain, bahkan warna kulitku terkadang juga hitam tapi banyak sesama Karbon maupun banyak jenis unsur lain, ngantri ingin berhubungan (berikatan) denganku, apa kau tahu itu Khlor? Bahkan aku dapat membentuk ikatan tunggal, ikatan rangkap, dan ikatan rangkap tiga juga dapat membentuk rantai lingkar (siklik). Tapi mengapa kau tetap saja memilih Natrium, cinta bagiku memang tak cukup satu, aku sering juga jalan dengan Hidrogen, Nitrogen, Oksigen bahkan juga keluarga besarmu keluarga Halida sering jalan denganku tapi mengapa kamu sendiri lebih memilih Natrium? kalau itu yang menjadi alasanmu bukankah kau juga terkenal dengan playboy nya, ah…dasar misteri lelaki…..

“Aku ingin engkau ada disini menemaniku saat sepi

Menemaniku saat gundah

Berat…hidup ini tanpa dirimu

Kuhanya mencintai kamu

Kuhanya memiliki kamu

Aku rindu setengah mati kepadamu

Sungguh ku ingin kau tahu aku rindu

setengah mati…………..”

Suara lagu rindu setengah mati D’masiv terus berbunyi dari ponselku

“Eh..khlor!, benar khlor…benar kata orang kalau kita ingat seseorang maka orang itupun akan ingat sama kita, duh gimana ya……angkat gak ya, aku harus mengangkatnya kapan lagi ada kesempatan seperti ini”

“Hallo………! kataku hampir jantungan saking gembiranya

“Iya hallo” kata khlor diseberang

“Sapa ya” jawabku pura-pura tidak kenal

“Oh, ni sama karbon kan? Aku khlor….Cuma mo ngasih tahu kata manusia lab besok kita mesti jalan bareng jadi pelarut (CCl­4), siangnya kau juga bisa mengajak kekasihmu hidrogen, kita sama-sama bisa membantu manusia menjadi obat bius (CHCl3) kau bisa kan?”

Lama tidak ada jawaban, bukan apa-apa aku sungguh tidak percaya ini semua

“Kar…” kata Khlor diseberang

“Eh…iya..iya…,aku bisa khlor, makasih ya tas ajakannya, tapi ngomong-ngomong Hidrogen bukan kekasihku kok he..he..”aku mencoba berbohong

“Hmm……….bukan ya, kalau begitu aku bisa kan jemput kamu”

“Yes…!!”kataku lupa kalau khlor masih mendengarkanku

“Kar..!ada apa? Kamu keberatan ya aku jemput?”

“Engg..enggak kok, aku suka…oke aku tunggu”

“Tapi aku tidak tahu rumah kamu dimana, bolehkan minta alamatnya?”

“Oke khlor alamatnya catat ya,…aku tinggal di jalan nomor 2 blok IVA dengan nomor rumah enam di kota sistem periodik Unsur”

“Oke besok aku jemput kamu kar, jangan kemana-mana ya”

“Oke aku tunggu”

“Kenapa belum ditutup “kataku lagi

“Mmm….gak papa…sebenarnya aku sudah lama menunggu ingin jalan sama kamu dan karena ada perintah langsung dari manusia lab, akupun merasa ada alasan untuk mengajakmu jalan, maaf ya Kar, tidak seharusnya aku berkata seperti itu”

Ya tuhan ternyata khlor juga memiliki perasaan yang sama seperti aku

“Kar…kau marah ya, maaf aku berkata tidak sopan padamu”

“Gak papa aku juga suka kok kau berkata seperti itu”

“Oke besok aku jemput, selamat malam”

“Malam”

Ya tuhan…aku tidak pernah sebahagia ini, manusia lab memang selalu mengertiku…adik-adikku kemana ya…

“Silikon…! Germanium…! Timah…!”teriakku memanggil adik-adikku

“Ada apa sih kak, mereka sudah pada tidur? Timbal adikku yang bungsu menjawab.

“Eh sudah tidur ya, ni kan masih sore…kenapa cepat-cepat tidur, sini-sini kakak mau cerita”

“Ini sudah larut malam kakak, besok aja ceritanya”

“Sudah larut ya, ya sudah kakak juga mau tidur”

“Ya tuhan aku berharap ini semua bukan mimpi” kataku menjelang tidur.